Tuesday, 26 January 2010

Mencari KeredhaanMu...

KeredhaanMu....

Ya Allah, Ya Tuhanku
HambaMu merindukan
Rahmat kasih sayangMu
Dan jua keredhaanMu
Dalam hidupku

Meskipun ku ulangi dosa noda
Yang menjanjikan azab sengsara
Namun ku sedari
KeampunanMu tidak bertepi

Ku akui diri ini
Hamba yang mungkir pada janji-janji
Jadikanlah taubat ini yang sejati
PadaMu Ilahi

Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosaku
Ya Allah, redhakanlah kehidupanku
Moga terhapus penghijab kalbu
Antara Kau dan aku

Tuhan,
Ku zalimi diri ini
Andai Kau tak ampuni dan rahmati
Alangkah ruginya diri

Tuhan,
Jangan Kau palingkan hati ini
Setelah Kau beri hidayah
Sesungguhnya Kau Maha Pengasih.

~Inteam~



“Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau Berikan petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisimu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi’ (Al-Imran: 8)


Jom sama2 kita cari Redha Allah, moga2 syurga menjadi milik kita..InshaAllah ^_^

Wednesday, 20 January 2010

Hidup satu ujian

“Mak,next week ada exam..takutla mak” begitulah aduanku tatkala musim peperiksaan akan menjelang..

Dengan lemah-lembut, mak akan membalas, “Nak takut apa,kan dah exam selalu dah..bacala apa yang patut dibaca..”. Kata-kata itu selalu membuat air mataku bergenang. Aku selalunya dapat agak,apa yang akan diperkatakan,cuma aku ingin lagi mendengarnya..

Betul kata mak,memang exam atau ujian itu sudah sebati dengan hidup kita. Bezanya,sama ada kita sedar atau tidak.Allah berfirman:

“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu dan akan Kami uji perihal kamu” (Muhammad:31)

“Kamu pasti akan diuji dengn hartamu dan dirimu……..” (Ali Imran:186)
 

Kalau nak exam atau ada test , mesti kita dah bersusah payah buat persediaan untuk menghadapinya. Stay up sampai tgh malam baca modul, buat nota..Tapi adakah kita membuat persediaan untuk menghadapi ujian yang sebenarnya hari-hari kita hadapi? Mungkin kita terlupa,yang sebenarnya hidup ini satu ujian.. Berdirinya kita,duduknya kita,atau baringnya kita, sentiasa dinilai..cuma kita yang selalu lupa dan terleka,bahawa diri ini sentiasa diperhatikan.

Bezanya ujian ini dengan ujian kita di Universiti, kita tak tahu bila masa akan tamat. Selagi ada nyawa, ujian itu akan terus berjalan hinggalah ke satu masa yang telah ditentukan. Kita takkan tahu pon,sama ada kita dapat menamatkan ujian itu dengan baik atau tidak. Selesaikah kita menjawabnya? Di mana penutupnya? Wallahu’alam..Jawapan itu ada,cuma belum tiba masanya untuk kita ketahui.

Suatu hari nanti, bila rakaman hidup ini diputarkan semula..mesti kita banyak menyesal.Menghabiskan masa berjam-jam di hadapan laptop untuk melihat apa yang ‘kurang perlu’ untuk dilihat, bersembang tentang apa yang ‘kurang perlu’ untuk diperkatakan.. dan menangisi apa yang ‘kurang perlu’ untuk ditangisi..Jadi, bagaimana?

Hadapilah ujian ini secara tenang,jangan gopoh-gapah.. Kita ada modul / buku untuk dirujuk iaitu Al-Quran,kita ada ‘role model’ untuk dicontohi yakni Rasulullah, kita boleh berbincang sesama kita dalam ‘study group’ untuk menghadapi ujian ini. Kalau ada yang salah,tolong betulkan..kalau betul,beritahu pada orang lain,agar kita sama-sama lulus dalam ujian ini dan mendapat 'anugerah' di hari Konvokesyen kelak.

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijuhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga,sungguh, dia memperoleh kemenangan,dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(Ali Imran:185)



Ya Allah,jadikan umur terbaik hamba di penghujungnya, jadikan amalan terbaik hamba di penutupnya,dan jadikan hari terbaik hamba di saat bertemu dengan-MU.

Copy & paste from my own blog,
siti

Tuesday, 19 January 2010

Beritahu Pada Muslimah Itu

Beritahu pada Muslimah itu
Dirinya ibarat kaca
Disentuh terguris
Dihantuk serpih
Dihempap berkecai

Beritahu pada Muslimah itu
Jaga tutur kata
Cakap tinggi nanti dibenci
Terlalu rendah dipijak pula
Cakap sombong mengundang lawan
Hati- hati meluah kata
Kerna pulut santan binasa
Kerna mulut badan binasa

Beritahu pada Muslimah itu
Jaga tingkah laku
Harga dirinya terletak di situ
Jangan meluru ikut telunjuk nafsu
Sekali tersilap langkah
Akan dihukum salamanya
Keturunan dicerca payah
Menyesal bukan faedah

Beritahu pada Muslimah itu
Jaga pakaian
Ia cermin peribadi
Juga lambang bangsa
Di mana dan dalam keadaan macamana pun..
Biar orang kenal..Dia seorang ISLAM

Beritahu pada Muslimah itu
Simpan secebis malu
Kerna malu itu
Sebahagian dari iman

-190110-
(dipetik dari Biro Penerbitan & Multimedia KISAS, hasil dari program lawat sekolah KIBAR OZ n NZ 2010)

A glass of water

A professor began his class by holding up a glass with some water in it. He held it up for all to see and asked the students, 'How much do you think this glass weighs?'

'50 gms!'... '100 gms!'... '125 gms' ... the students answered.

'I really don't know unless I weigh it,' said the professor, 'but, my question is: What would happen if I held it up like this for a few minutes?'

'Nothing' the students said.

'Ok! What would happen if I held it up like this for an hour?' the professor asked.

'Your arm would begin to ache', said one of the students.

'You are right, now what would happen if I held it for a day?'

'Your arm could go numb, you might have severe muscle stress and paralysis and have to go to hospital for sure!' ventured another student; and all the students laughed.

'Very good. But during all this, did the weight of the glass change?' asked the professor.

'No'

'Then what caused the arm ache and the muscle stress?' The students were puzzled.

'Put the glass down!' said one of the students.

'Exactly!' said the professor. 'Life's problems are something like this. Hold it for a few minutes in your head and they seem okay. Think of them for a long time and they begin to ache. Hold it even longer and they begin to paralyze you. You will not be able to do anything'.

'It's important to think of the challenges (problems) in your life, but EVEN MORE IMPORTANT is to have trust in Allah (SWT) and to 'put them down' at the end of every day before you go to sleep. That way, you are not stressed, you wake up every day fresh and strong and can handle any issue, any challenge that comes your way!'
 
p/s: Daripada email forward.

Wednesday, 13 January 2010

Berlabuhnya kasih ini

Di saat aku menatap wajahmu
tika kau bersimpuh di sisiku
lututmu bertemu lututku

Aku amat berharap
satu hari
pasti kau menikmati
sebuah kehidupan
yang menjadi kehidupan buatku.
saban waktu


merasai nikmatnya
beningnya
halusnya
dan manisnya

Iman dan islam itu.

Dan benar
jalan ini tidak mudah
tidak dibentangkan dengan mawar
apatah lagi wangian di tengah jalan

Jalan ini terlalu akrab
amat sinonim
dengan episod-episod
bernama ujian

Kepayahan
kepenatan
kesusahan
semuanya akan menghimpit jiwa kita

menguji keikhlasan kita
menghentak keinginan kita

menjadikan jiwa kita lemah dan penat
di dalam peperangan
melawan arus ujian yang melanda

akhirnya kita kalah dengan ujian itu
dan terus bersendiri
menyepi membawa diri
menuju bahagia yang tak kunjung tiba ( kerana bahagia dicari itu hanya sementara sifatnya).

Kenapa ujian ini menimpa kita?

Kerana
mahar syurga di akhirat itu amat mahal harganya

untuk memperolehnya
perlukan pengorbanan
perlukan kesabaran
perlukan air mata bercurahan

Dan di situ Allah akan sangat membantu

ingatlah kalam Allah yang takkan pernah kering ini:

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Ankabut: 69)

Allah akan bantu kita,
jika kita mengorak langkah
dengan pasti dan yakin
walaupun seluruh dunia membenci kita
di saat kita mengatakan pada diri kita sendiri

lebih 5 hari dalam sehari..

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sunguh, Solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku... hanya untuk ALlah

Di setiap nafas kita bergerak menujuNya..Allah akan bantu kita.
yakinlah dengan itu.
walaupun nafas kita penat
dalam mengharunginya
kerana di situ kita akan temui kehidupan itu
hidup yang luas,
panjang,
dan berkat masanya.

Nukilan dari,
muharikah
di nurasyiqah
2.30 am

Kematian Hati...

Banyak orang tertawa tanpa (mahu) menyedari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang yang bersegera datang ke saf solat kononnya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.
Dari jahil engkau disuruh berilmu dan bukan sekadar untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap disaat rintih istighfar, kecupak air wudhu’ pada dinginnya malam, lapar perut karena berpuasa atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang? Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan orang-orang berhati jernih bersangka baik, bahawa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang.
"Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih. Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia melupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi.
Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.
Dimana kau letakkan dirimu? Sewaktu kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya?
Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan rohani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimanakah kau kuburkan ia ? Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228 000 remaja mengidap putau. Dari 1 500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.
Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelefon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekadar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka ketika dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"? Saat engkau muntah melihat laki-laki (pondan) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan " Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?" Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti engkau yang paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak adakah ALLAH disana?
Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tentangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari berjabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan maka jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.
Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak tersasar 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiay"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa minit sebelumnya ia setubuhinya di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan mudahnya mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?
Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya ber-pose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karana kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa beza seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rakan perempuan dalam pergerakan da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikmu yang menyihir ? Pernahkah kau lihat sepasang ibu dan bapa dengan anak remaja mereka.Tengoklah langkah mereka di pusat membeli-belah. Betapa besar sumbangan mereka kepada modenisasi dengan banyaknya membeli produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya". Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau teguk minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri. Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai pakaian tenunan bangsa sendiri atau terompah tempatan, namun setiap kali ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana. Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengangkat harga diri dan penghormatan ummat dengan , mempamerkan kereta, rumah mewah, "kedai emas berjalan" dan sekian banyak aksesori. Saat fatwa dihebahkan, telinga ummat telah tuli oleh dentuman berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan wang yang kukumpulkan susah payah.
Bila aku bosan aku bisa memanggil penyanyi lain yang merdunya lebih memenuhi kehendakku" sumber; pk-sejahtera.net penterjemah; gelapcerah (maaf kerana beberapa perkataan gagal d terjemah, insyaALLAH maksud asalnya d kekalkan)
For sharing.. Semoga bernmanfaat.. ;)

Sunday, 10 January 2010

Pertolongan-Nya

Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim

Sebelum ni tak pernah tadabbur surah ni..Alhamdulillah, hari tu berkesemaptan t&t surah ni..Kebetulan tilawah sampai surah ni..Surah Al-Mujadalah..SubhanAllah memang sangat best la kalam2 Allah dlm surah ni..InsyAllah, nak kongsi sikit untuk manfaat bersama..

Ayat feveret saya ialah dua ayat yang last..
"Allah telah menetapkan: "Sesungguhnya Aku dan Rasul-rasulKu tetap mengalahkan (golongan yang menentang) ". Sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha kuasa."
"Engkau tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang yang menentang itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur) akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokong-penyokong (ugama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (ugama) Allah itu ialah orang-orang yang berjaya."

Dalam ayat ni Allah janji dengan kita yang kemenanagan itu pasti..Kalau pun kita rase cam mustahil je..Dengan keadaan yang menekan sekarang ni (saya yang sedang rase itu)..Selalu je rase cam de je bende yang lagi penting dan halang kita..Rase cam penat, susah dan lemah..Allah ingat kita yang semua tu normal..Even kalau halangan tu dari orang terdekat yang kita sayang..Tapi ingat
khauf n raja' yang bertunjangkan iman itulah kekuatan n bekalan yang sepatutnya tertanam dalam hati kita..Selalu harapkan pertolongan-Nya!

So, Ansarullah sekalian..Jangan pernah berhenti k..Kita bole letakan ayat ni tuk pujuk hati2 kita yang tengah stress studi ke, banyak keje ke..InsyaAllah, ape2 jela..Lebih2 lagi dalam usaha kita nak kongsi kefahaman Islam sebenar dengan orang lain..
Remember, Allah will never leave us behind!

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise to you HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy Coz,
As HE promise to you HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in our little hearts
So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise to you HE will always be there…

(Lagu yang asyik teman saya sekarang ni, Always Be There: Maher Zain)

Wallahua'lam..

Dan manik-manik itu


Dan manik-manik itu

masih sejuk menyimbah ke bumi,

menyelubungi jemari

mengigit tulang belulangku

sehingga enakku di buat mimpi

hingga siang hari


dan manik-manik itu menjadikan aku berfikir

subhanallah , Tuhan yang menjadikan alam ini

sepanas mentari

sepantas itu

menukarkan ia

sebeku salju

bertukar menjadi ais

hingga menjadi bongkah-bongkah

malah lebih sejuk dari itu!

Subhanallah!

Dan manik-manik itu memberi erti yang besar buat kita..

Maha suci Engkau ya rabb,

yang mengindahkan keputihan salju itu

buat kami yang menontonnya

walaupun kematu

tangan kami bermain dengannya…

Subhanallah!


dan manik manik itu
terus jatuh
satu persatu
membeku
menyatu
persis hati hati kami
dijalan ini
menghambat rindu
amanah ilahi


dan manik manik itu
mengeras
membatu
tanpa dapat dipecahkan
oleh jahliyah lalu

alhamdulillah Allahu Akbar



p/s: karya ini adalah hasil nukilan hamba-hamba allah, di ambil dari link di bawah;-)

Good Luck!


To My dear sisters,

Selamat menempuh peperiksaan. Doa banyak2! Jaga solat walaupun sibuk study! Jangan lupa baca Quran. Semoga Allah permudahkan semua...Amin!

p/s: Khas utuk Sarah, Tiha, Yana, Ebah & Balqis dan semua yang nak amik exam dalam masa terdekat ni...

Monday, 4 January 2010

The first day i wear hijab,

Bismillahirrahmanirrahim..

Yup, as the tittle mentioned, it was on 3hijrah, Friday, last year. Why & how come I finally did… its a longer story. But what did I faced that day, was so unexpected and indeed funny in a way. Haha. See im laughing to myself, when I think of it.

So yup, I had usual lecture practically from 9am-5pm. Through out the day, I bumped into few friends and surprisingly it was my non-muslims friends who reacted the most that day for my new “look”, as how they call it. So, among the reactions were:

  1. Hey what happened to you? *(Malaysian “slank”- Hey what happened to you la wey?)
  2. Hey, is that you?
  3. Why does your head wrapped up? Is the cold weather that bad?
  4. Hey I never seen you like this?
  5. Is there something wrong happened to your head?
  6. Why suddenly you’re wearing it? I thought you’re the modern muslim?
  7. Hey I didn’t recognize you!
  8. So sad, now I can’t see your sexy hair anymore!
  9. Did you wear it because of someone?
  10. Aiiik, but why only now you wear it huh?

Hoho, those were the unthinkable reactions that honestly I was not expecting of it at all. Because on the first place, I thought my non-muslims friends would not even care, and as I was only expecting reactions from my muslims friends. It was so unexpected, that I practically stunned and didn’t even know how to answer each different question. But one thing helpful my housemate told me,... 'just smile'. No need to answer anything, they will understand later and except you in every way if they are your true friends. So yup that was exactly what I did through out the day. Only few days later I try to explain bit by bit, to those who keep on asking me about my new change, as they were indeed curious to know, why…..why only now?

Ya, allah forgive me for not being a good muslim after all this time. Forgive me for all my sins.

p/s: this is just a sharing, that I hope can help you if you were to be in the same shoes, iA in the near future. Love you sisterJ. And sorry if my writing is so laid back, as this is the very first time I ever write. Heee.

and to my “akak3 naqibah sayang”, hopefully with this entry “terlaksana lah” my promise to share about this. Sorry it takes such a long long long time to write it down. Hihi.